Menyusul rencana penayangan film “anti-Al-Quran”, kaum Muslim Afghanistan demontrasi menentang Belanda. Pejuang Taliban bahkan melakukan ancamanc
Di kota Mazar-i-Sharif, di Afghanistan Utara, sekitar delapan ratus orang pemuda berdemontrasi menentang Denmark dan Belanda. Mereka memprotes penerbitan kembali gambar-gambar kartun Nabi Muhammad di koran-koran Denmark, dan film “anti Islam” yang akan disiarkan bulan ini oleh pemimpin partai PVV Belanda, Geert Wilders.
Para demonstran antara lain, meneriakkan seruan-seruan “Hancurkan Denmark” dan “Hancurkan Belanda …. !!!”.
Awal pekan lalu, berbagai kelompok pejuang Taliban telah mengeluarkan ancaman pada pasukan-pasukan Belanda di Afghanistan. Sejauh ini, para diplomat Belanda di luar negeri sibuk menjelaskan masalah film yang sudah bikin heboh tersebut. Beberapa negara Islam telah meminta pemerintah Belanda untuk melarangnya.
NATO Khawatir
Sementara itu, Sekjen NATO mengkhawatirkan penayangan film “anti-Al-Quran” itu. Sekretaris Jenderal NATO, Senin (3/3), mengatakan, dia khawatir penayangan film asal Belanda yang menghujat Islam akan membahayakan tugas NATO di Afganistan.
Komentar Jaap de Hoop Scheffer ini muncul setelah warga Afghanistan, Minggu (2/3), melakukan protes terhadap film yang dibuat oleh anggota parlemen sayap kanan Belanda Geert Wilders.
Pemerintah Belanda telah memperingatkan Wilders bahwa film tersebut akan merusak kepentingan politik dan ekonomi Belanda. Wilders mengatakan film tersebut mengenai Al-Quran yang disebutnya sebagai fitnah.
Wilders pernah menyerukan agar Al-Quran dinyatakan terlarang dan mempersamakan kitab suci ini dengan buku Mein Kampf karangan Adolf Hitler. Proyek itu sudah mendapatkan kecaman dari beberapa negara Islam termasuk Iran dan Pakistan.
Sekjen NATO mengatakan dia khawatir mengenai pasukan mereka di Afganistan, setelah adanya protes terhadap film tersebut di sana.
“Bila tentara ini menjadi sasaran kemarahan karena film tersebut, tentu saja saya khawatir, dan itulah mengapa saya menyampaikan keprihatinan ini,” katanya dalam wawancara televisi, kemarin, seperti dilansir BBC.
Hari Ahad (2/3), ratusan warga Afgan turun ke jalan-jalan di Kota Mazar-i-Sharif guna memprotes film tersebut. Pengunjuk rasa membakar bendera Belanda, dan menyerukan penarikan pasukan Belanda dari NATO.
Pengunjuk rasa mengatakan, mereka akan meningkatkan protes kecuali pemerintah Afganistan mengusir tentara Belanda tersebut. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]


