Feeds:
Pos
Komentar

Bandung:Kepala Polwiltabes Kota Bandung Kombes Polisi Bambang Suparsono mengatakan, pihak kepolisian tengah menyediliki hilangnya dua mahasiswa putri yang diduga terlibat aliran Al-Quran suci. “Kita sedang mengumpulkan informasi dan data-data,” katanya ketika dihubungi Tempo, Senin (8/10).Menurutnya, penelusuran itu menindaklanjuti laporan dari keluarga korban atas hilangnya anggota keluarganya yang diduga terlibat aliran Al-Quran suci tersebut. Sebagai langkah awal, paparnya, pihak kepolisian tengah menelusuri informasi mengenai aliran Al-Quran suci itu dari teman-teman korban.

Foto korban juga sudah disebarkan ke seluruh Polsek dan Polres di seluruh wilayah Jawa Barat. Penyebaran foto korban tersebut, paparnya, untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa korban berada di luar Kota Bandung.

Jumat (5/10) lalu, orang tua Fitriyanti, 19 tahun, yakni Yana Mulyana, 45 tahun, melaporkan menghilangnya anaknya itu yang telah nyaris sebulan. “Saya melapor setelah melihat foto (Achri Yani) Yuvie di koran,” katanya.

Pria yang bekerja sehari-hari sebagai pengemudi bus Damri itu ingat persis wajah Yuvie yang sempat beberapa kali ke rumahnya mengunjungi anaknya. Perkenalan dengan Yuvie membuat anaknya berubah. Pipit, panggilan akrab anaknya itu, mulai memakai kerudung dan sering pulang malam. Puncaknya, paparnya, anaknya itu merengek pada ibunya untuk ikut pesantren kilat yang ditawarkan oleh Yulfie. Yana yang awalnya tidak mengijinkan akhirnya luruh, “Ajaran agama kan tidak ada yang tidak baik.” Anaknya pergi pada 7 September lalu dan sempat meminta uang bekal sebesar Rp 100 ribu.

Yana akhirnya menyesal, meluluskan kepergian anaknya itu, kendati anaknya tidak memberikan alamat pesantren yang akan didatanginya itu. Awalnya tidak terpikir bahwa anaknya itu bakal menghilang. Setelah hari ke lima, Yana baru khawatir. Pasalnya, telepon anaknya sudah tidak bisa dihubunginya lagi. Yana juga baru sadar bahwa dirinya tidak tahu alamat pesantren tempat anaknya belajar itu. Ditambah lagi seminggu waktu belajar di pesantren kilat sudah lewat sementara anaknya tak kunjung datang.

Yana pun mengaku sempat mencari putri tunggalnya itu ke teman-temannya hingga pesantren-pesantren yang ada di kawasan Dago. “Ke Pesantren Baabussalam, dan lain-lainnya di Dago, bahkan ke Daarut Tauhid di daerah Ledeng. Tapi dia (Fitri) tidak ditemukan,”katanya.

Kapolwiltabes Kota Bandung mengaku, belum bisa memastikan keberadaan aliran Al-Quran suci itu. “Saya masih belum jelas betul apakah aliran Al-Quran Suci itu ada atu tidak, itu yang masih akan kita selidiki dulu,” kata Bambang.

Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa aliran Al-Quran suci sesat. “Belum ngambil kesimpulan, hanya kesimpulan sementara yang sudah (ada),” katanya ketika dihubungi Tempo, Senin (8/10).

Menurutnya, kesimpulan sementara, ajaran Al-Quran suci diduga menyimpang. Kesimpulan sementara itu, jelasnya, berasal dari pemberitaan di berbagai media massa mengenai korban aliran suci itu.

Hafidz menuturkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai aliran yang diduga menyimpang itu. Pihaknya, paparnya, belum mengetahui pasti ajaran yang dibawa oleh aliran tersebut. “Kita belum tahu.”

Ahmad Fikri | Erick Priberkah Hardi

 

TEMPO Interaktif

JAKARTA- Aliran Alquran Suci memiliki modus sama dengan NII, yang diduga kuat buatan pemerintah. Aliran ini juga merupakan bagian dari rekayasa intelijen dan merupakan bagian dari kegiatan pemerintah yang legal, untuk mencapai tujuan-tujuan politik mereka.

“Aliran-aliran sesat ini termasuk Alquran Suci merupakan rekayasa intelijen, mungkin bisa dikonfirmasi ke pejabat intelijen. Pemerintah sengaja membentuk ini untuk memecah nasionalisme Indonesia dan mengambil jalur Islam,” ujar Dosen Universitas Malikul Saleh, Lhoksemauwe, Al Chaidar yang juga mantan pengikut aliran Negara Islam Indonesia (NII) pada okezone, Sabtu (6/10/2007).

Menurutnya, ajaran aliran baru Alquran Suci ini mirip sekali dengan NII yang tidak mengakui adanya hadist hingga sunah-sunah rasul. Selain itu, kedua aliran itu sama-sama mewajibkan infak sebagai kewajiban utama.

“Bagi mereka salat bukanlah kewajiban, puasa belum saatnya, haji belum saatnya yang ada kewajiban syahadat saja,” jelasnya lagi.

Bagi Al Chaidar percuma jika sang korban melaporkan hal ini pada pihak kepolisian untuk menanganinya. Sebab, lembaga penegak hukum justru telah melakukan kongkalikong agar jaringan yang telah tertata apik ini tidak terbongkar.

“Percuma lapor polisi tidak akan selesai masalahnya. Para korban cuma bisa disadarkan dengan rasionalistis. Mereka harus disadarkan oleh orang-orang yang pernah juga ikut dalam aliran itu. Para korban harus berani menggertak,” katanya.

Ia juga mengatakan kebanyakan dana nonbudgeter pada pemerintah diperoleh dari hasil pemasukan infak para korban, yang diwajibkan memberikan setoran sebesar Rp.3 juta/orang tiap bulannya.

“Kebanyakan uang itu masuk sebagai dana nonbudgeter yang digunakan oleh oknum untuk menjalankan program-program pemerintah itu. Jadi, ini memang suatu program yang sengaja dibentuk pemerintah” tandasnya lagi. (lut)

Lutfi Dwi Pujiastuti – Okezone

Al Quran Suci cs Ingkar Sunnah

 

 

 

Sekilas pernah mendengar berita atas kehilangan dua orang mahasiswi Bandung yang pergi entah berantah. Dari sumber-sumber ada mengatakan bahwa si mahasiswi tersebut ikut pengajian Al Quran, namun apa yang terjadi adalah sebuah kemalangan bagi keluarganya. Karena sampai berapa hari si mahasiswi tersebut tidak kungjung pulang ke rumahnya.

Hingga sekarang kasus kehilangan ini, telah dilaporkan kepada pihak berwajib terkait dengan hilangnya dua orang mahasiswi yang ikut pengajian Al Quran Suci. Mari kita lihat apa sih aliran AS ini, maaf sedikit menyingkat kata. Jadi seakan akan terlihat image buruk dengan kode-kode kata AS (but no Amerika Serikat. Oke).

Dari sebuah sumber ternyata aliran AS ini berhubungan khusus dengan aliran Ingkar Sunnah (anti hadist) dari penyataan tersebut sangat jelas aliran AS merupakan aliran yang sesat dari Al Quran bahkan Hadist. Bagi yang ingin membaca asal usul munculnya aliran AS maun IS ini, silakan baca di sini.

Ada keganjilan dalam kelompok pengajian Alquran Suci itu, di antaranya tidak percaya hadis Nabi dan membaca Alquran tidak boleh dilagukan (qiroah). Selain itu, wanita haid boleh pegang Alquran dan memperbolehkan salat tanpa wudu. Ajaran itu juga menekankan bahwa harta dan raga harus dikorbankan untuk ajarannya tersebut. (dikutip dari pikiran-rakyat.com. Namun, sangat disayangkan pihak MUI Jabar belum bisa mengklarifikasi bahwa aliran AS adalah sesat. Sampai detik ini, belum ada pihak yang berhasil mengidentifikasi masalah tersebut, sehingga dari kepolisian dan MUI juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Semoga ini bisa berakhir dari keterjeratan para korban mahasiswa/i. Amiin.

aulia87.wordpress.com

BANDUNG (SINDO) – Polwiltabes Bandung mengintensifkan pengusutan kasus hilangnya Ahriani Yulvie, 19, dan Fitriyanti, 19, dua mahasiswi yang diduga telah mengikuti kelompok ajaran sesat,Alquran Suci.

Selain mencari keberadaan kedua gadis yang sama-sama pernah kuliah di Politeknik Padjadjaran Jalan Atlas Tengah No 2 Antapani Bandung itu, polisi juga akan menyelidiki ajaran kelompok Alquran Suci. ”Kami sudah terima laporan mengenai dua gadis yang hilang itu. Sekarang tim kami sedang mencari keberadaan mereka. Caranya, ya dengan mengorek informasi dari orangtua yang kehilangan anaknya itu, kemudian ke mana perginya.

Selain itu, kami juga akan mencari informasi dari kampus tempat keduanya belajar,” kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang Suparsono kepada SINDO,kemarin. Terkait dugaan kedua gadis tersebut telah mengikuti Kelompok Alquran Suci, Bambang mengaku belum bisa memastikan. Namun, kata dia, polisi akan berkoordinasi dengan lembagalembaga Islam lain, untuk memastikan kebenaran informasi mengenai kelompok tersebut. Jika kelompok Alquran Suci memang terbukti sesat dan meresahkan masyarakat,kata dia,polisi tentu akan melakukan tindakan.

”Itu kan baru katanya, belum bisa dipastikan kebenarannya. Maka itu, kita akan berkoordinasi dulu dengan lembaga-lembaga Islam, seperti MUI,untuk menyelidiki informasi mengenai ajaran tersebut. Kalau memang terbukti sesat, kita tidak akan segan-segan melakukan tindakan, karena tentu saja sudah meresahkan masyarakat Bandung,” ujar Bambang. Diberitakan SINDO sebelumnya, Ahriani Yulvie, 19, mahasiswi Jurusan Akuntansi Politeknik Padjadjaran, dan Fitriyanti, 19, lulusan D-1 kampus yang sama, hilang sejak satu bulan lalu.Kuat dugaan, keduanya telah mengikuti kelompok Alquran Suci yang diduga sesat.

Hilangnya kedua perempuan berkerudung tersebut telah dilaporkan oleh kedua orangtua masing- masing ke aparat polisi. Belakangan, Fitriyanti bahkan diketahui menyimpan dokumen perekrutan kelompok Alquran Suci. Dokumen tulisan tangan Fitri dalam sebuah buku catatan itu ditemukan ibunya, Eni Siti Haryani, 43. Dari tulisan itu tergambar bagaimana tata cara mendekati dan mengajak seseorang bergabung dalam kelompok tersebut. Salah satunya dengan mengajak target berdiskusi masalah Alquran. Sementara itu, Rera, 19, mengaku, dirinya pernah didekati Fitriyanti pada Sabtu, pertengahan 2007 lalu.

Saat itu,Fitri mengajaknya bergabung dalam kelompok Alquran Sudi dan diwajibkan membayar Rp500.000.Namun,Rera mengaku menolak permintaan uang tersebut, karena tidak memiliki uang sebesar itu.Lantaran menolak membayar, ia sempat dimarahi para mentornya. ”Dulu saya satu kelas di Kelas 1 SMA 16 Bandung.Kemudian kelas 2 dan kelas 3 kami berpisah. Sebenarnya, kami tidak begitu dekat. Waktu itu, Fitri tidak berjilbab. Maka itu,waktu dia ke sini dan menemui saya, saya sempat terpana. Waktu itu pas ketemu, Fitri membicarakan masalah pekerjaan. Setelah itu, dia mengajak saya keluar,” kata Rera kepada wartawan, kemarin siang.

Rera mengira, dirinya akan diajak Fitri ke mal. Namun, ia malah dibawa ke Jalan Terusan Jakarta dan dipertemukan dengan seorang perempuan berkerudung. Rera mengatakan, perempuan itu lantas mengajaknya ke sebuah masjid di Jala Soma, untuk menunaikan salat zuhur. Di masjid itulah, kata Rera, ia kemudian diceramahi oleh perempuan itu, sementara Fitri hanya diam. Dari masjid itu, Rera lantas dibawa ke rumah kos pemberi ceramah itu di Jalan Jakarta. Menurut Rera, orang yang memberikan ceramah tersebut memiliki sejumlah ciri.

Di antaranya, bertubuh pendek, kulitnya agak hitam, dan postur tubuhnya kecil. Dalam ceramahnya, kata Rera, si penceramah memberitahukan bahwa saat ini negara dipimpin oleh orang-orang berdosa, ahli neraka. Si penceramah, kata dia, juga banyak bicara tentang kebaikan. Setelah ceramah selesai, Rera mengaku tertarik dan siap ikut hijrah serta bergabung dengan mereka. Saat itulah, kata dia, si penceramah meminta dirinya menyerahkan uang sebesar Rp500.000. Lantaran tidak memiliki uang, Rera menolak permintaan tersebut.Ia pun sempat kena marah si penceramah dan meminta segera mengusahakan uang tersebut.

”Kamu kanbisa jual HP,”kata Rera menirukan suara si penceramah. Lantaran Rera bersikukuh tidak membawa uang, ia kemudian diantar pulang oleh Fitriyanti dan penceramah tersebut. Ditanya perasaannya tidak jadi masuk kelompok Alquran Suci, Rera mengaku bersyukur.”Saya senang tidak jadi masuk kelompok Alquran Suci, yang ternyata menyimpang itu. Kalau saya jadi ikut, tentu saya sudah tidak ada di sini,”kata Rera. (gin gin tigin ginulur)

Inilah Cara Aliran Alquran Suci Merekrut Anggota Baru

Erna Mardiana – detikcom
Bandung – Bagaimana kelompok Alquran Suci merekrut anggota barunya mulai
terkuak. Mereka mendekati calon ‘korbannya’ dengan sangat persuasif.

Hal tersebut terungkap dari empat lembar tulisan tangan Fitriyanti (19),
gadis lulusan D1 Poltek Pajajaran yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Hilangnya Fitriyanti diyakini terkait kegiatan kelompok pengajian Alquran
Suci.

Tulisan tangan tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang gaul. Tulisan
tersebut menggambarkan bagaimana tata cara mendekati dan mengajak seseorang
bergabung.

Tulisan yang ditemukan oleh Handi Dimyati, kakak kandung Fitri, berbentuk
ilustrasi tanya jawab, antara perekrut yang disebut ‘Wela’, dan target yang
disebut ‘TL-an’.

Berikut petikan lengkap tulisan tangan Fitri tersebut:

Profesional Cara pengkodisian.

Wela: Hai apa kabar? Lagi ngapain nih, ganggu ga ?

TL-an : Ah enggak, masuk aja, emang abiz darimana? Kok bisa tau sih?

Wela: Iya ini kebetulan abiz dari temen di daerah sini, aku inget aja rumah
kamu juga di daerah sini, ya udah iseng aja nyari, eh taunya ketemu juga.
Emang ganggu ya ?

TL-an: Engga kok.

Selama setengah jam ngobrol yang ringan, misalnya tentang kuliah, keadaan,
buku, seminar, tugas (yang bisa agak nyambung). Biasanya lebih efektif
tentang kuliah. Terus tanyain tentang pengalaman dianya, baru diceritain
tentang pengalaman kita. Baru alihkan fokus pada pengkondisian:

Kalau dia udah mulai ngerasa deket sama kita, baru kita tembak, dengan :

Wela: Eh kamu pernah berpikir engga ya kita kuliah tuh cuma buat mencukupi
kebutuhan jasmani kita ya? Kayak sandang, pangan, papan, akhirnya cuma buat
kebutuhan di dunia aja ya? Tapi pernah nggak berpikir sih untuk rohani kita
apa ya?

Kadang memang perasaan kita udah ngerasa nyaman tapi sebenernya hati kita
tuh gundah, ngga ada ketenangan, iya nggak?

TL-an : iya juga seh (TL-an cerita kita dengerin dulu)

Wela : Sebenernya ketenangan hati kita tuh di mana sih ?

TL-an: Kalo kita udah ngerasa kita baik.

Wela: Iya kalo kita udah bisa menjalankan kebaikan. Oh iya kemarin di perpus
aku liat poster seminar, suka ikutan ga?

TL-an: Kadang sih, emang seminar apaan?

Wela: Seminar IHAQI, ternyata yang menjadi panitia temen aku. Emang sih aku
ga sempet ikut, tapi gara-gara sempet ngobrol sama temenku itu, aku dapat
banyak ilmu juga loh.

TL-an : emang seminar tentang apaan seh ?

Wela : Tau ESQ ga? Ya semacam itulah, bukunya juga ada kan? Itu bagus juga
untuk menunjang rohani kita loh. Jadi ternyata kata temenku itu, sumber dari
segala sumber ilmu itu adanya di mana coba?

TL-an: Di mana emang teh?

Wela: Di Alquran, dengan kita belajar Alquran kita bisa menguasai banyak
ilmu loh. selain ilmu yang biasa kita pelajari di kampus, kayak misalnya
keadaan kehidupan kita sekarang (ceritain tentang keadaan alam kita
sedikit), terus kita juga bisa tahu loh tentang diri kita sendiri. Kan
gimana kalo kita mempelajari Alquran sama juga dengan mempelajari diri kita
sendiri.

Ya zaman sekarang mah ibaratnya orang yang ga mau tau tentang Alquran, ya
ketinggalan zaman ya.

TL-an : Ha…ha…iya juga ya

Wela: Kan gimana kalo kita lihat buah jeruk, yang diliat apanya sih? Iya
kulitnya. Terus sebenarnya yang dicari apaan coba? Iya sarinya. Soalnya
itunya yang bermanfaat. Lalu supaya bisa berkembang dan menghasilkan lebih
banyak itu diliat dari apanya? Iya dari inti yaitu bijinya.

Sama juga supaya kita bisa berkembang ilmu, trus tahu banyak hal, kita juga
perlu loh tau inti dari segala inti ilmu. Inti ilmu adanya di mana sih? Iya
di Alquran.

Ibaratnya Alquran itu kamus kehidupan loh. Sebenarnya Alquran itu bisa
ngasih banyak wawasan yang bakalan menunjang ilmu yang selama ini kita tau
dan pelajari.

TL-an: Iya juga ya (kalau TL-an komentar/cerita, kita dengerin dulu)

Wela: Kan gimana kaya ilmu, pelajaran yang selama ini kita pelajari itu dari
Alquran juga, kaya ilmu kedokteran, itu kan Ibnu Sina yang menemukan, dan
didapatkannya dari Alquran loh.

TL-an: Oh ya itu kan dari orang Arab juga ya?

Wela: eh iya saya juga pernah dikasih tau sama temen loh, kalo di dalam
Alquran itu ada empat ayat dalam satu surat yang bunyinya sama. Pernah liat
ga?

TL-an : emang ada? Aku juga suka ngaji bareng sama keluarga. Kadang, bahas
terjemahan juga, tapi belum pernah liat…emang surat berapa gitu?

Wela : Suratnya 54 (Al Qamar) ayat 17,22,32,40.

TL-an: emang bunyinya apa teh?

(kalo memungkinkan tidak ada keluarganya di sekitar TL-an suruh saja
buktikan langsung, pinjam Alqurannya, tapi kalau ada keluarganya sebaiknya
jangan. Kasih tau saja dengan lisan dulu).

Wela: Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Alquran untuk pelajaran maka
adakah orang yang mengambil pelajaran? Itu sampai 4 ayat loh bunyinya
sama…

TL-an: Oh gitu ya…wah jadi penasaran…

Wela : Menurut kamu sendiri maksudnya apa sih? Dimudahkan enggak sih kalo
kita mempelajari Alquran?

TL-an: Iya teh.

Wela: Iya kan dengan adanya terjemahan itu juga udah dipermudah loh. Jadi
kita paham bahasanya, tapi di situ Allah bertanya ada tidak orang yang
mempelajari Alquran? Ada gak menurut kamu?

TL-an: Ada aja sih, tapi udah jarang juga ya…

Wela: Iya kadang orang banyak yang ngandelin malesnya sih, padahal sekarang
aja Allah udah sering banget ngasih peringatan, tapi manusia malah makin
jauh saja ya?

TL-an: Iya ya, ngeri sekarang mah.

Wela: Eh, gimana kalo saya kasih tau sama kamu ada juga loh ayat lain yang
membuktikan Alquran adalah pelajaran. Gimana? Ya kalo ga mau juga ga
apa-apa. (agak-agak jual mahal).

TL-an: Ih. Boleh aja kali, Saya juga pengen tau, kan biar dapet ilmu juga.

Wela: eh tapi kalo pengen tau aja kamunya mending ga usah deh. Soalnya kalo
belajar Alquran kan harus serius juga jangan maen-maen. Masa Allah kita
maen-maen. Kamunya harus serius, supaya kamu dapet ilmunya, biar bisa
diamalin juga. Gimana, kamunya serius ga?

TL-an: Iya mau atuh… masa enggak sih.

Wela: Iya boleh aja. Kita sama-sama belajar. Kan apa yang saya tau saya
kasih tau sama kamu. Kamu juga, kalo ada yang kamu tau, kasih tau juga ya.

Ya ibaratnya saling bagi-bagi ilmu, ga ada salahnya kan? Iya adapun kita mau
belajar Alquran kita harus ada tempatnya yang bias mendukung konsentrasi,
gimana? (Kalo tidak memungkinkan diisi di rumahnya, dibawa saja ke tempat
kita, janjian)

TL-an: misalnya, ya udah di tempat teteh aja!

Wela: Iya boleh aja, tapi tetep kamunya mau belajar Alquran harus iklas
karena Allah, jangan karena gak enak sama saya. Kalo kayak gitu, mendingan
ga usah. Soalnya percuma…

Jangan seolah-olah Allah yang butuh kita, tapi kita harus berfikir, kitalah
yang butuh Allah. Karena kalo kitanya iklas berkahnya akan datang dari
Allah.

TL-an: Oh iya boleh, Hayu..

Cat (catatan): kita sama TL-an harus lebih subprioritas, trus TL-an harus
merasa mendapat wawasan dari obrolan kita dengan dia. Apalagi dia seorang
mahasiswa. Obrolan kita akan semakin hangat dan bisa mempengaruhi TL-an
kalau kita mau mendengarkan TL-an, tapi kita tetep fokus dengan apa yang
kita bicarakan, jangan terbawa TL-an juga. Pasti Insya Allah akan muncul
banyak ide…

“Semoga ilmu Allah akan selalu bermanfaat bagi kita semua, dan dapat
berkembang luar biasa dengan kita berbagi…Dan tidak ada ilmu lain yang
kekal selain ilmu Allah” (Melati).
Rera Tolak Gabung ke Alquran Suci, Eh Mentornya Marah-marah

Erna Mardiana – detikcom

Bandung – Para anggota Alquran Suci memang rajin mencari jamaah baru.
Fitriyanti (19), anggota Alquran Suci yang menghilang dari rumahnya sejak 7
September lalu pernah juga mendekati Rera (19) untuk diajak bergabung. Namun
Rera menolak membayar Rp 500 ribu. Eh… Rera dimarahi para mentornya.

Saat ditemui detikcom, Minggu (7/10/2007), Rera yang beralamatkan di Jl.
Katamso, Bandung, mengaku didatangi Fitriyanti pada hari Sabtu di
pertengahan 2007 lalu. Rera cukup terkejut, karena sudah lama dirinya tidak
bertemu Fitri. Rera dan Fitri juga bukan teman dekat.

“Saya dulu satu kelas di kelas 1 SMA 16 Bandung. Tapi, kelas 2 dan 3, kami
sudah tidak sekelas lagi. Kami tidak dekat sebenarnya,” kata Rera yang saat
itu cukup terpana melihat Fitri yang tampil berjilbab. Sebelum lulus dari
SMA 16, Fitri tidak mengenakan jilbab.

Saat itu, Fitri mengajak Rera mengobrol mengenai pekerjaan. Namun, setelah
itu, Fitri mengajak Rera ke luar rumah. “Saya kira saya diajak ke mal. Tak
tahunya saya diajak ke Jl. Terusan Jakarta. Di tengah jalan, di depan Bank
Artha Graha, kami bertemu seorang perempuan berjilbab,” kata perempuan yang
kini bekerja di sebuah factory outlet (FO) di kawasan Jl. Riau itu.

Perempuan berjilbab itu teman Fitri. Lantas Fitri dan perempuan itu mengajak
Rera ke sebuah masjid di Jl. Soma untuk salat duhur. Di situlah, Rera diberi
ceramah seusai salat. “Fitri hanya diam saja, perempuan itu yang
menyampaikan ceramah,” ujar dia.

Dari masjid itu, Rera dibawa mereka ke rumah kos pemberi ceramah itu di Jl.
Jakarta. “Orang yang memberikan ceramah itu, ciri-cirinya pendek, kulitnya
agak hitam, dan postur tubuhnya kecil,” ujar dia.

Dalam ceramahnya, mentor itu memberitahukan bahwa saat ini negara ini
dipimpin oleh orang-orang berdosa, ahli neraka. Sang mentor itu juga banyak
bicara tentang kebaikan. “Setelah mendengar ceramahnya itu, saya seakan-akan
memang sempat tertarik dengan aliran ini, karena saya merasa paling
berdosa,” ujar Rera.

Ceramah untuk perekrutan berlanjut pada Minggu, keesokan harinya. Rera
kembali datang ke rumah kost mentor itu bersama Fitri. Saat itu, hadir juga
dua perempuan berjilbab lainnya. Salah satunya, memiliki ciri mirip Ahriani
Yulvie, anggota aliran Alquran Suci, yang hingga saat ini masih dicari oleh
orangtuanya itu.

Setelah ceramah selesai, Rera menyampaikan kepada mereka ikut melakukan
‘hijrah’ dan bergabung dengan mereka. Namun, para mentor itu memberikan
syarat kepada Rera untuk bisa bergabung. Syarat pertama, Rera tidak boleh
memberitahukan hal ini kepada orangtua dan keluarganya. Syarat kedua, Rera
harus membayar Rp 500.000.

Saat itulah, Rera terkejut. “Saya tidak punya uang Rp 500 ribu. Saya bisa
mendapatkannya kalau saya minta kepada orangtua. Kalau saya tidak boleh
bilang kepada orangtua, ya saya gak bisa,” kata Rera saat itu.

Para mentor itu terlihat marah seketika. “Kamu kan bisa dengan cara apa saja
untuk mendapatkannya. Kamu punya perhiasan, punya HP, kan bisa dijual,”
bentak salah satu di antara para pementor itu.

“Bagaimana sih, kita sudah capek omong banyak sama kamu, malah kamu tidak
mau mengusahakan Rp 500 ribu saja. Bagaimana mau hijrah, kalau ngeluarin
uang Rp 500 ribu saja tidak mau,” ujar pementor yang lain.

Akhirnya, para pementor itu meminta Fitri untuk mengantar pulang Rera. “Saat
mengantar saya pulang, Fitri sempat meminta maaf terhadap ulah
teman-temannya itu. “Kamu jangan kasih tahu ke siapa pun ya kalau saya
gabung dengan mereka,” pinta Fitri kepada Rera. Saat ini, Rera merasa senang
tidak jadi bergabung dengan kelompok yang dinilai MUI sebagai ajaran
menyimpang itu. (asy/fay)

Iklan

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: